Jutaan manusia di bumi…………………..
Dibutakan matanya…………………..
Dihentikan detak jantungnya……………….
Dihancurkan fungsi ginjalya……………………….
Dilumpuhkan pertahanan tubuhnya……………………..
Dikoyak kakinya……………………..
Bapak
saya adalah penderita Diabetes Mellitus atau dulu saya mengenalnya dengan nama
kencing manis.Pada saat itu mungkin hanya bapak yang mengidap penyakit tersebut
di daerah tempat tinggal kami.Sekitar tahun 1998,bapak masuk rumah sakit karena
terkena penyakit batu karang.Beliau susah buang air kecil,kadang pernah sampai
beliau menangis karena sangat sakit.Maka kami membawa beliau berobat ke RSU
Sigli.Sampai disana,kata dokter beliau harus dibawa ke RSU Zainoel Abidin Banda
Aceh.Beliau harus segera di operasi,karena batu ginjalnya sudah sebesar batu di
sungai,tidak bisa dihancurkan dengan obat maupun tenaga laser (tentunya waktu
itu saya tidak paham dengan semua ini).Ketika di Zainoel Abidin beliau
ditangani oleh Dr.Krisna.Beliau sangat baik dan sangat peduli dengan kesehatan
bapak.Singkat cerita,bapak dioperasi dan batu ginjalnya berhasil diangkat.Tapi
setelah operasi,masa pemulihan luka bekas operasi beliau lumayan lama.Kata Dr.Krisna,beliau
juga menderita kencing manis,jadi lukanya tidak bisa cepat mengering.Untuk itu,bapak
diperintahkan tidak segera pulang ke rumah agar dokter bisa menangani masalah
kencing manis beliau.Saya tidak terlalu ingin tau tentang penyakit bapak,tapi
saya masih ingat beliau diberi gula khusus untuk menjadi pendamping
kopi,teh,dan makanan yang dicampur gula lainnya.Saya juga ingat beliau selalu
ke apotik untuk rutin membeli obat Gliben Clamide (yang sekarang baru saya tau
itu adalah obat Diabetes Mellitus).
Dari
sejak bapak di diagnosa menderita Diabetes,makanan dirumah kami jadi minim gula
(dulu saya fikir penyebab utama Diabetes itu gula pasir,tapi belakangan saya
baru tau kalau yang dimaksud gula itu adalah glukosa dan saudaranya). Kolak di
bulan ramadhan pun harus rela dimakan dalam keadaan setengah tawar,tapi
lama-kelamaan kami jadi terbiasa.Saya semakin menaruh perhatian pada Diabetes
Mellitus karena katanya penyakit tersebut bisa diturunka kepada anak.Saya mulai
mencari informasi dari berbagai sumber tentang Diabetes Mellitus.Dulu penyakit
ini tidak begitu terkenal,sumbernya pun masih sedikit.Dan sampai saya tulis
catatan awam ini,sederetan famili saya telah menderita Diabetes Mellitus.Mereka
yang dulunya gemuk dan gagah,sekarang kurus tak bersemangat.
Saya mulai mecoba analisa
penyebabnya dari versi awam .Dari salah satu buku yang saya baca tentang
laporan kejangkitan Diabetes Mellitus di dunia,pergeseran jumlah penderita
Diabetes ini dihubungkan dengan perubahan tata cara hidup.Misalnya di
daerah-daerah Pasifik,penduduk dulu harus bekerja keras untuk memenuhi
kebutuhan hidup dengan cara menombak ikan,menu makanan terdiri dari
buah-buahan,ubi-ubian semuanaya serba alamiah.Dan pada saat pariwisata mereka
maju pesat,ekonomi negara maju,pendapatan perkapita penduduk naik
melonjak,mereka tidak perlu bekerja berat lagi,mereka berbondong-bondong ke
supermarket memborong makanan jadi dan gula.Malas mengolah makanan tradisional
dan segera merubah menjadi makanan berat yang lebih praktis.Saking malasnya
berjalanpun mereka tak mau,motor merupakan impian mereka.Apa yang terjadi?
Segera terjadi kenaikan angka Diabetes Mellitus.Nah,asal Anda tau saja buku itu
terbit pada tahun 1967 (Prior 1966,
Considy 1967).
Bagaimana kejangkitan Diabetes
Mellitus di Indonesia tahun 2012 ini? Bagaimana tata cara hidup mereka? Apa
yang mereka makan? Apakah berjalan kaki adalah kebiasaan mereka?
Anda bisa menyimpan jawabannya
dalam hati,dan kemudian renungkan.Di daerah saya di Aceh,kebiasaan makan
makanan siap saji (junk food)
baru-baru ini merupakan kebiasaan,terutama dikalangan remaja.Mereka merasa ini
adalah kebiasaan yang keren,kebarat-baratan.Hal
itu mungkin dipengaruhi oleh tontonan mereka,idola mereka yang kebiasaannya
makan di restoran-restoran ibu kota.Memang benar sekarang adalah era
globalisasi,serba modern,tapi kan
kita tak harus mengubah life style kita dari yang baik kepada yang buruk?
Contohnya saja; seorang mahasiswa yang semasa masih sekolah menengah dulu di
kampung besama orang tua,makanannya teratur dan serba tradisional,dimasak
dengan cara tradisional pula.Tapi setelah memasuki jenjang universitas,tinggal
sendiri atau bersama kawan,mereka mengubah pola makan mengikuti kehidupan
perkotaan yang serba siap saji.Dari laporan pada buku tersebut, makanan siap
saji (junk food) ini berkalori tinggi
sekitar 3.200 yang terdiri dari 47% karbohidrat,40% lemak,dan sisanya adalah protein.Ini adalah
angka yang buruk terhadap kemungkinan besar terkena Diabetes Mellitus.
Anda ingin menjadi salah satu dari
penderita tersebut?
Diabetes Mellitus baru awal dari
sebuah derita.Ia adalah pengantar kepada penyakit komplikasi lainnya.Diantaranya;Diabetik
Retinopati (kebutaan),serangan jantung koroner,ginjal,gangguan saraf
(stoke),dan infeksi.
Penderita Diabetes di Aceh
meningkat tajam.Ini sangat berpengaruh pada pola makan dan lingkungan.Sebagian
besar masyarakat mengganti makanan kaya serat mereka seperti pisang rebus
dengan ayam penyet yang tinggi kalori.Entah dimana letak modern-nya.Kurangnya
pengetahuan terhadap Diabetes juga mempengaruhi mereka tidak takut untuk
menyantap makanan secara asal-asalan.Padahal,seiring dengan meningkatnya
Diabetes meningkat pula pengguna internet.Apakah sulit bagi mereka untuk
mencari informasi tentang Diabetes di internet? tidak juga.Rata-rata pasien
baru berhadapan dengan dokter setelah mereka mengalami komplikasi akibat
Diabetes.Mereka menjumpai dokter setelah Diabetes berhasil menginvasi seluruh
tubuhnya.Tidak ada pencegahan,apalagi pemeriksaan gula darah sejak remaja.Gaya
hidup kurang bergerak dan berolahraga juga telah menjadi kebiasaan yang
umum.Penduduk lebih memilih naik motor dari pada berjalan kaki atau
bersepeda.Hal ini tidak mengherankan.Di Aceh,penjualan sepeda motor mencapai
600 unit per hari.Hidup ini seimbang,bertambah mudah kita dalam melakukan suatu
pekerjaan karena dibantu oleh teknologi,meningkat pula penderita dengan
berbagai penyakit.Namun,pilihannya ada pada kita.Gaya hidup serba mudah tapi
berpenyakit atau serba capek tapi sehat.Kembali ke makanan tradisional atau
ingin kebarat-baratan.Saya tidak
ingin menghakimi.Tapi dari derita yang dialami sebagian famili saya yang
positif Diabetes,saya jadi hati-hati terhadap penyakit yang satu ini.Dia
membunuh secara diam-diam.Qat’ul Lazati,menghentikan
kenikmatan hidup.Sebagai laki-laki anda pasti tidak ingin lemah bertongkat,dan
sebagai perempuan anda pasti ingin melayani keluarga.Tapi itu akan berhenti
setelah anda menderita Diabetes.Kembalilah ke cara hidup orang-orang terdahulu.
No comments:
Post a Comment