Berbeda dengan kehidupan masa kecil,bermain bola dalam lumpur,kadang-kadang terik matahari,tak masalah asal senang hati.Hjngga datang sebuah musibah,tangan saya patah dan saya harus berhenti menyukai olahraga ini.Namun,bisa dikatakan “cinta lama bersemi kembali” ketika menginjak SMA,tak ada yang lebih menggilai Alesandro Del Piero dan klubnya Juventus Kecuali si jenius Samir Fahmi.Dengan majalah Soccer mingguannya,seakan ada Iblis yang menggoda untuk jatuh cinta lagi.Cinta pun bersemi.Klub yang dulu jadi kebanggaan,sekarang bertambah gila,Manchester United.Tapi beda,tak ada lagi David Beckham,hanya si pirang Scholes dan Ryan Giggs yang namanya masih tertera di kostum masa kecil.Sharp yang mensponsorinya pun telah digantikan Vodavone.Ini sepak bola era modern,semua terorganisasi dengan baik,mulai dari pola makan para pemain hingga sumber uang setiap Klub.Namun,sesuatu yang tak akan berubah dari sepak bola adalah pendidikan yang diberikannya,mulai dari sisi filosofi,psikis,hingga human behavior.Orang yang tidak suka dengan cabang olahraga ini boleh berpendapat apapun tentang sepak bola,dengan alasan apapun.Bahkan guru agama saya pun pernah mengatakan,begini, ketika Liga Champion serta Premier League musim 2011-2012 kembali bergulir,sebagian dari kami semakin bersemangat menjagokan klub-klub pilihan masing-masing,maka tak ketinggalan ,nonton pertandingan Big Match pun menjamur.Anak-anak dari wilayah kami pun semakin gila bola,walau mereka hanya paham sebatas sepak,tendang,gol dan menang.Perlu diketahui,di wilayah kami,tidak ada rumah yang mengambil jasa TV berbayar,pertandingan hanya bisa ditonton di warung yang mempunyai TV berbayar (karena pembelian hak siar pertandingan semakin ketat,maka laga-laga pamungkas hanya bisa disaksikan di brand-brand TV tertentu).Hal ini sungguh tidak wajar bagi anak-anak sekolah.Maka larangan pun diberlakukan.Dilarang menonton bola selain dari malam minggu.Ini memang tidak ada hubungannya dengan tidak suka sepak bola tapi beliau sempat mengeluarkan statement “apa manfaat yang diperoleh setelah nonton bola?gak ada kan?yang ada cuma merugikan kesehatan karena begadang”.Kalimat ini sungguh tidak saya setujui.Anda pernah membaca tentang adrenalin? Hormon ini yang menyebabkan seolah-olah nonton bola itu wajib.Ya,riset yang dilakukan Ilmuwan ahli perilaku telah menyatakan bahwa antara umur 15-20 tahun merupakan masa puncak dimana remaja begitu menghargai hal-hal yang memicu adrenalin.Anda pasti bisa membayangkan bagaimana perasaan ketika gol-gol dijaringkan,hal itu akan membuat Anda melompat senang,nah,saat itu pula hormon-hormon seperti adrenalin,serotonin,melatonin,atau lebih tepatnya hormon bahagia diproduksi,hal ini memang sepele,tapi dapat membunuh sel-sel penyebab kanker.Selain dari sisi fisiologi,sepak bola juga mengajarkan tentang berbagi,apa yang Anda lakukan ketika Anda dilanggar atau melanggar.Bos Asosiasi Sepak bola Eropa (UEFA),Michael Platini,pernah mengatakan “Aku lahir di sepak bola,ayahku pemain sepak bola yang sangat bagus dia selalu bergairah pada permainan ini.Sepak bola mengajarkan kita cara hidup bersama,cara berbagi jika Anda lebih baik dari orang lain,sepak bola adalah pendidikan luar biasa yang berlaku seumur hidup”.Sepak bola juga mengajarkan cara kita menghadapi masalah dalam kehidupan dengan cara meng-analogi-kan masalah Anda dengan kejadian yang biasa terjadi dalam sepak bola.Anda pasti sangat terpukul dengan kepergian seseorang yang Anda cintai,tidak dapat kita pungkiri,keadaan ini akan membuat hidup kita tergoncang.Namun kita semestinya tidak harus begitu.sebuah klub,fan,serta rekan pemain jelas tergoncang dengan kepindahan pemain hebatnya,tapi mereka tidak boleh berlama-lama dalam kesedihan itu,masih ada musim baru yang harus dihadapi untuk suatu pencapaian yang membanggakan.Jadi,bagaimana dengan kehidupan kita?jelas masih banyak laga-laga yang harus kita hadapi untuk hidup yang lebih produktif. bersambung
Thursday, 3 November 201120:50:00
PENDIDIKAN SEPAK BOLA (1)
By Akbar Rafsanjani
Thursday, 3 November 2011
Subscribe to:
Post Comments (Atom)
No comments:
Post a Comment